SETIAP menyebut diri sebagai seorang ghost writer, selalu ada raut terkejut dari orang yang bertanya. Ekspresi ini tentu wajar karena profesi ghost writer belum banyak dikenal.

Selain tidak banyak dikenal, orang biasanya mengartikan ghost writer sebagai penulis hantu. Ngeri. KBBI sendiri memadankan ghost writer sebagai ‘Penulis Siluman’ yaitu penulis yang dibayar untuk menyiapkan naskah atas nama orang lain.

Saat ini orang lebih mengenal padanan ghost writer sebagai penulis bayangan. Pekerjaannya, masuk dalam kategori penulis jasa. Seperti yang disebut dalam paragraf di atas, seorang ghost writer dibayar untuk menulis atas nama lain.

Artinya karya yang dibuat oleh seorang penulis bayangan bukanlah atas nama dia sebagai penulis, tapi atas nama pemesan. Enak banget ya? Tunggu dulu, ada syarat dan ketentuan berlaku yang harus diketahui.

Seorang ghost writer atau penulis bayangan tidak serta merta menerima apapun pesanan dari klien. Misal, ada yang memesan untuk dibuatkan skripsi, tesis, karya ilmiah atau ada yang meminta dibuatkan buku. Ide dan gagasan diserahkan pada kita.  Itu bukan pekerjaan ghost writer.

Ide dan gagasan haruslah dari klien. Seorang penulis bayangan bekerja sebagai seorang profesional, ia membantu menulis dan mengembangkan ide tersebut menjadi sebuah karya. Tentu ada alasan yang melatarbelakangi seseorang membutuhkan jasa ghost writer. Alasan utama biasanya karena tidak adanya waktu atau tidak ada kemampuan menyusun kalimat.

Seorang ghost writer dibayar mahal. Itu wajar. Karena seorang penulis bayangan biasanya bukan sekadar menulis. Ia harus menjelma jadi kliennya. Sehingga ia perlu melakukan riset, wawancara dan observasi layaknya seorang jurnalis.

Itu mengapa, pekerjaan penulis bayangan atau ghostwriter biasanya banyak ditekuni oleh orang-orang yang memiliki latar belakang jurnalis.

Ghost writer atau penulis bayangan sebagai profesi yang memberikan jasa penulisan untuk orang lain di era milenia  ramai dibicarakan ketika diketahui bahwa penyusun pidato Presiden Amerika Barack Obama ternyata masih muda.

Namanya Jon Favreau. Dirinya baru berusia 27 tahun saat ditunjuk menjadi direktur tim penulis pidato (Speechwriter) Barack Obama saat dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun 2009.

Jadi apakah ghost writer adalah penulis pidato? Pidato hanyalah salah satu jasa yang bisa dikerjakan. Ghost writer atau penulis bayangan memiliki makna yang lebih luas. Ghost writer atau penulis bayangan adalah orang yang menulis buku, artikel, teks pidato, atau cerita untuk “penulis” orang lain.

Kami menyebutnya juga sebagai penulis senyap. Senyap karena namanya memang tidak muncul dalam karya yang dibuat. Namun, sebagian muncul dalam nama sebagai editor, penulis pendamping co-writer.

Jon Favreau ramai dibicarakan sebagai penulis pidato karena usianya yang masih sangat muda. Ia bahkan tercatat sebagi penulis pidato termuda di Gedung Putih. Hal ini di luar kebiasaan, karena biasanya orang yang menjadi ghost writer atau penulis bayangan adalah orang-orang yang biasanya sudah berpengalaman dalam bidang penulisan. Hal ini tentu menunjukan siapa sosok Jon Favreau kareana ia bisa ‘membaca’ Obama.

Seorang ghost writer atau penulis bayangan harus menulis sesuai dengan gaya orang yang memesannya. Hal itukarena ketika tulisan tersebut jadi, kredit nama yang muncul adalah dari pemesan.

Pernah suatu kali klien kami juga terkaget-kaget karena pidato pesanannya sesuai dengan diharapkan. Pemesan yang merupakan tokoh politik merasa bahwa tulisannya tersebut ‘tulisannya banget’.

Kenapa bisa seperti itu? Karena memang tim kami terlebih dulu melakukan riset tentang sosok klien. Bahan-bahan mentah dan ide dari klien kemudian diolah menjadi sebuah pidato yang sangat personal menggambarkan sosoknya.

Kami melihat bukan hanya gaya-gaya tulisan terdahulu, tapi juga gestur dan cara bicara yang kami lihat dari video di Youtube. Pidato tersebut akan lebih sempurna jika kami bisa berkesempatan bertemu langsung dengan pemesan.

Dalam bahasa seni peran ada istilah acting is no acting. Artinya seorang pemeran film tidak terlihat sedang berakting, tapi dia berhasil jika MENJADI sosok yang diperankannya. Dalam hal dunia ghost writer, maka seorang ghostwriter menjadi sosok ‘penulis’ yang memesan tulisan kepadanya.

Di Indonesia, ghost writer atau penulis bayangan ramai dibicarakan ketika Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato memeringati Hari Pancasilaa 1 Juni pada tahun 2015. Presiden yang namanya akrab dengan panggilan Jokowi ini dalam pidatonya menyebutkan bahwa Soekarno lahir di Blitar.

Pidato ini menjadi ramai terutama diperbincangkan oleh warganet atau netizen. Bagi orang yang tahu sejarah, pernyataan tersebut tentu saja salah besar, karena sosok proklamator tersebut sejatinya lahir di Surabaya. Blitar oleh Presiden Soeharto waktu itu dipilih sebagai tempat pemakaman Bung Karno karena disitulah ibunda ‘Si Bung’ dimakamkan.

Setelah ramai menjadi perbincangan, Sukardi Rinakit yang saat itu menjadi Tim Komunikasi Presiden Joko Widodo angkat bicara. Ia meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia serta keluarga Bung Karno.

Ia sebagai penyusun pidato presiden mengaku kurang teliti dalam penyusunan pidato tersebut. Padahal saat itu presiden Jokowi sudah merasa ragu dan menanyakan kepadanya apakah benar Soekarno lahir di Blitar atau Surabaya. Sukardi sendiri yang juga dikenal sebagai ghost writer menggunakan sumber dari Tropenmuseum.nl.

Presiden Jokowi sendiri menurut penuturan Sukardi Rinakit meminta dirinya untuk mengecek kembali naskah pidato tersebut. Sayangnya Sukardi mengaku kurang teliti, karena keyakinannya bahwa Blitar sebagai tempat lahir Soekarno ia dapatkan berdasarkan riset pustaka yang ia lakukan.

Dari penjelasan Sukardi Rinakit, pembuatan teks pidato memang tidak dilakukan main-main. Pidato yang bagus harus disusun melalui proses riset terlebih dulu. Sama seperti yang dilakukan oleh Jon Favreau untuk pidato Barack Obama. Presiden yang waktu kecil pernah tinggal di Indonesia ini awalnya membuat draft pidato yang akan dibacakannya. JF kemudian akan menyusun pidato tersebut secara utuh. Naskah tersebut kemudian diserahkan kembali ke Obama untuk diteliti. Proses tersebut bisa terjadi berulang-ulang, sampai Obama merasa yakin dan mantap.

Pekerjaan seorang ghost writer umumnya memang tersembunyi. Meski tidak sedikit klien yang meminta privasi, untuk tidak mengabarkan bahwa dia tidak menggunakan jasa ghost writer. Bagi seorang penulis bayangan hal tersebut tidak masalah. Karena sejatinya ia memang bekerja dalam kesunyian.

2 thoughts on “Orang Menyebut Kami Penulis Bayangan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *